Pengertian dan Fungsi Konsultan Hukum

Tidak semua kita memahami hukum. Padahal dalam setiap sendi kehidupan bernegara, ada aturan hukumnya yang harus dipatuhi. Bahkan sekalipun kita tidak mengetahuinya, hukum tetap berlaku. Hal ini sesuai dengan asas fiksi hukum yaitu ‘presumptio iures de iure’ yang artinya ‘semua orang dianggap tahu hukum’. Oleh karena alasan inilah maka masyarakat awam membutuhkan bantuan untuk berdiskusi soal hukum. Bantuan itu bisa didapat melalui konsultasi dengan konsultan hukum.

konsultan hukum sendiri bisa melayani beragam konsultasi hukum, dari mulai konsultasi hukum pidana, konsultasi sengketa perusahaan, hingga konsultasi hukum lingkungan hidup. Beruntungnya, di Indonesia sendiri ada banyak pilihan konsultan hukum dan top law firm indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya konsultan hukum.

Pengertian Konsultan Hukum

Konsultan hukum adalah orang yang bertindak memberi nasehat dan pendapat hukum terkait suatu tindakan hukum yang akan atau yang sudah dilakukan oleh klien. Tindakan hukum yang dimaksudkan itu sendiri adalah di luar pengadilan atau dalam bahasa hukumnya disebut non-litigasi. Artinya, konsultan hukum tidak berwenang menjalankan prakteknya atau membantu klien di muka pengadilan.

Lantas apa bedanya dengan advokat? Seperti yang disadur dari laman hukum online, perbedaan kedua hal ini pernah dibahas di Mahkamah Konstitusi dalam sidang lanjutan uji materi UU No.18 tahun 2003 tentang advokat. Menurut salah satu ahli hukum yaitu Haryadi Usman Djaka Sutapa, konsultan hukum adalah pemberi nasehat atau hanya melaksanakan tugas non-litigasi. Sedangkan advokat bisa memberi konsultasi namun bisa juga mewakili klien dalam persidangan alias tugas litigasi.

Fungsi Konsultan Hukum

Seperti dalam pengertiannya, konsultan hukum memiliki peran utama sebagai pemberi nasehat dan pendapat hukum. Namun secara lebih spesifik, berikut adalah empat fungsi dari konsultan hukum.

  1. Memberi Saran

Seorang konsultan hukum berfungsi untuk memberi advice atau saran hukum berdasarkan pertimbangan yang tepat dalam pemecahan suatu masalah. Konsultan hukum yang baik akan memberikan saran dengan ketajaman analisa hukum dan riset regulasi. Hal ini penting lantaran konsultan hukum dipercaya menguasai substansi hukum. Sebagai contoh dalam hal konsultasi hukum lingkungan hidup, maka konsultan akan memberi saran perusahaan dalam kebijakan lingkungan agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

Perlu diingat pula bahwa konsultan hukum akan memberi saran secara objektif. Maksudnya, jika klien melakukan kesalahan maka konsultan hukum akan dengan jujur mengatakan itu. Bahkan jika sebaiknya klien tidak melakukan gugatan, konsultan hukum akan menyampaikannya. Hal inilah yang bisa menjadi pembeda antara konsultan hukum dan pengacara.

  1. Memberi Edukasi

Konsultan hukum juga berfungsi sebagai pemberi edukasi kepada klien. Edukasi ini maksudnya adalah informasi kepada klien tentang hak dan kewajibannya, posisi hukum, serta bagaimana mitigasi kerugian. Sama seperti contoh sebelumnya yaitu konsultasi hukum lingkungan hidup, maka konsultan akan memberi pengetahuan tentang kebijakan negara dan isu-isu hukum agar rekomendasi yang diberikan bersifat objektif.

Edukasi yang diberikan seorang konsultan hukum diharapkan bisa memberi pandangan baru kepada klien. Di Indonesia sendiri contohnya, klien sering keras kepala untuk mengambil langkah ke meja hijau. Padahal kondisinya klien tersebut jelas melakukan kesalahan dan akan rugi jika melakukan gugatan. Oleh karena itu, melalui edukasi dari konsultan hukum diharapkan persoalan klien bisa diselesaikan dengan lebih objektif sesuai porsinya.

  1. Memberi Solusi

Konsultan hukum akan memberikan solusi praktis akan masalah hukum. Solusi praktis ini memiliki tujuan agar klien tidak selalu berorientasi untuk menggugat. Konsultan hukum biasanya lebih memilih solusi berupa langkah alternatif seperti mediasi, negosiasi, atau konsiliasi.

Konsultan hukum apalagi sebagai top law firm Indonesia pasti akan memberikan gambaran konsekuensi akan setiap solusi yang ditawarkan. Inilah yang perlu disadari masyarakat bahwa konsultan hukum akan membuka pemahaman klien tentang gugatan ke pengadilan karena seringkali klien mengambil langkah gugatan hanya karena emosi.

  1. Memberi Pengawasan dan Pemeriksaan

Fungsi keempat ini lebih terkait pada konsultan hukum pada perusahaan. Konsultan hukum akan melakukan fungsi pengawasan dan pemeriksaan atas pelaksanaan hukum yang berlaku di perusahaan. Konsultan hukum juga bertugas memeriksa setiap ketentuan perusahaan agar dijalankan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.

Demikianlah informasi seputar konsultan hukum dan fungsinya. Keberadaan konsultan hukum mulai diperhitungkan lantaran semakin pahamnya masyarakat tentang upaya preventif. Sebagai contoh dalam urusan lingkungan hidup, konsultasi hukum lingkungan hidup kini mulai menjadi prioritas para pengusaha. Hal ini tak terlepas dari komitmen keberadaan konsultan hukum itu sendiri yang akan memberi saran secara objektif. Diharapkan pula konsultan hukum dan top law firm indonesia lainnya bisa memberi pengetahuan kepada masyarakat secara umum atau kliennya secara khusus bahwa persoalan hukum tidak melulu harus berakhir di pengadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *